| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Bubuk Kalsium Karbonat Berat Kemurnian Tinggi (CAS: 471-34-1) adalah pengisi mineral alami yang dihasilkan dengan menghancurkan dan menggiling batu kapur bermutu tinggi, menghasilkan kandungan kalsium karbonat ≥97% dan ukuran partikel rata-rata berkisar antara 10–100μm. Bubuk berwarna putih pucat ini menawarkan solusi penguatan yang hemat biaya untuk industri yang memerlukan pemuatan pengisi tinggi, dengan stabilitas kimia yang sangat baik dan kompatibilitas dengan polimer polar dan non-polar. Berasal dari batuan sedimen dengan kandungan besi dan mangan rendah, ideal untuk aplikasi yang menuntut kualitas konsisten dan warna putih alami (CIELAB L* ≥90).
Asal Alami dan Kemurnian Tinggi :
Kemurnian Minimum 97% : Bersumber dari endapan batu kapur premium (CaCO₃ ≥97%, MgCO₃ ≤2%, SiO₂ ≤0.5%), memastikan gangguan minimal dalam reaksi kimia dan perubahan warna produk.
Keputihan Tinggi : Nilai L* ≥90 (ISO 2470), sehingga cocok untuk produk berwarna putih dan terang seperti kertas, pelapis, dan plastik.
Kelas Ukuran Partikel Beragam :
Ukuran Penggilingan Terkontrol : Tersedia dalam grade kasar (50–100μm, D90 ≤150μm), sedang (20–50μm, D90 ≤80μm), dan halus (10–20μm, D90 ≤30μm) untuk mengoptimalkan kemampuan mengalir dan kepadatan pengepakan dalam matriks yang berbeda.
Generasi Debu Rendah : Nilai permukaan yang diolah (asam stearat, 0,5%) mengurangi emisi debu sebesar 30%, meningkatkan keselamatan tempat kerja dan efisiensi proses.
Kompatibilitas dan Performa Luas :
Netralitas Polimer : Secara kimia inert pada sebagian besar polimer, mencegah reaksi merugikan dengan zat penstabil, pemlastis, atau pewarna pada senyawa PVC, PE, PP, dan karet.
Penguatan Mekanis : Meningkatkan kekuatan tarik (10–15%) dan modulus lentur (15–20%) pada termoplastik pada pembebanan 15–30%, dengan dampak minimal pada indeks aliran leleh (pengurangan MFI ≤10%).
Pelapis dan Cat :
Cat Arsitektur : Mengisi lapisan lateks dan alkid (20–40% PVC), meningkatkan daya sembunyi (ISO 6504) dan ketahanan terhadap gesekan (≥500 siklus) sekaligus mengurangi penggunaan titanium dioksida sebesar 10–15%.
Pelapis Industri : Meningkatkan ketahanan korosi pada primer epoksi dengan mengisi rongga mikro, mengurangi permeabilitas air (penyerapan air -18%) dan meningkatkan daya rekat pada substrat logam
Pembuatan Kertas :
Pengisi Kertas : Digunakan pada kertas bebas kayu (muatan 15–25%), meningkatkan curah (1,2–1,4 cm³/g) dan opasitas (ISO 2471 ≥90%) tanpa mengurangi kemampuan cetak (penyerapan tinta IGT ≤25%).
Papan Bergelombang : Meningkatkan kekakuan (ECT +10%) dan ketahanan terhadap kelembapan (nilai Cobb -12%) pada linerboard, yang sangat penting untuk pengemasan tugas berat.
Karet dan Plastik :
Karet Tapak Ban : Mengisi kompon karet alam (NR) (pembebanan 10–20%), meningkatkan cengkeraman (koefisien gesekan SBR +5%) dan mengurangi hambatan gelinding (kehilangan energi -8%).
Isolasi Kabel PVC : Meningkatkan resistivitas listrik (≥10⊃1;⁴ Ω·cm) dan ketahanan api (UL94 V-0 pada pembebanan 30%), cocok untuk kabel listrik tegangan rendah.
Bahan Konstruksi :
Perekat dan Sealant : Mengisi formulasi silikon dan akrilik, meningkatkan tiksotropi (anti-sedimentasi) dan mengurangi penyusutan (menyembuhkan penyusutan ≤0,5%).
Komposit Semen : Digunakan dalam semen yang diperkuat serat (5–10% pengganti pasir), meningkatkan kekuatan lentur (3–5 MPa) dan mengurangi penyusutan pengeringan (0,03–0,05%).
Sifat fisik : Berbentuk bubuk berwarna putih, tidak berbau dan tidak berasa. Ia mempunyai kepadatan yang relatif tinggi, biasanya antara 2,7 dan 2,9 g/cm3. Ini tidak larut dalam air dan etanol dan stabil di udara. Bentuk partikelnya bermacam-macam, tergantung metode pengolahannya. Umumnya ada bentuk bulat, kubik, serpihan, dll. Ukuran partikel dapat diproses sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang berbeda, mulai dari beberapa mikron hingga puluhan mikron.
Sifat kimia: Secara kimia stabil pada suhu dan tekanan normal, tetapi akan terurai menjadi kalsium oksida dan karbon dioksida pada suhu tinggi. Ia dapat bereaksi dengan asam untuk membentuk garam kalsium dan karbon dioksida yang sesuai. Misalnya, bereaksi dengan asam klorida membentuk kalsium klorida, air, dan karbon dioksida.
Proses kering: Bijih kalsium karbonat alami (seperti kalsit, marmer, dll.) dibuat menjadi produk kalsium karbonat berat dengan kehalusan berbeda melalui proses penghancuran dan penggilingan. Pertama, bijih mentah awalnya dihancurkan dengan peralatan penghancur kasar seperti jaw crusher, dan kemudian masuk ke peralatan penggilingan seperti pabrik Raymond untuk digiling. Terakhir, produk dengan ukuran partikel berbeda diperoleh melalui peralatan klasifikasi. Proses keringnya sederhana dan berbiaya rendah, namun kehalusan dan sifat permukaan produk relatif buruk.
Proses basah: Setelah bijih dihancurkan, air dan dispersan ditambahkan untuk penggilingan basah untuk mendapatkan bubur kalsium karbonat, dan kemudian produk dibuat melalui penyaringan, pengeringan, dan proses lainnya. Proses basah dapat memperoleh produk yang lebih halus dengan sifat permukaan yang lebih baik, namun proses produksinya lebih kompleks dan biayanya lebih tinggi.