| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Butiran kapur tohor terutama terdiri dari kalsium oksida (CaO), yang diperoleh dengan mengkalsinasi bahan mentah seperti batu kapur pada suhu tinggi untuk menghilangkan karbon dioksida. Mereka biasanya tampak putih atau putih keabu-abuan dengan bentuk tidak beraturan dan ukuran partikel yang bervariasi. Ukuran partikel umum berkisar antara 1 hingga 10 milimeter, meskipun butiran yang lebih halus atau kasar juga ada. Butiran kapur menunjukkan aktivitas kimia yang kuat, bereaksi cepat dengan air, asam, karbon dioksida, dll., melepaskan panas atau membentuk senyawa lain. Misalnya, mereka bereaksi dengan air membentuk kalsium hidroksida, disertai pelepasan panas yang signifikan.
Industri Konstruksi:
Berfungsi sebagai komponen kunci dalam memproduksi bahan bangunan seperti semen, gipsum, dan mortar.
Emulsi kapur mati yang terbentuk melalui reaksi dengan air berfungsi sebagai perekat untuk plesteran, penandaan, dan tugas konstruksi lainnya.
Digunakan pada lapisan tahan api dan insulasi panas, serta lapisan penyerap suara dan peredam kebisingan untuk bangunan.
Industri Metalurgi:
Berfungsi sebagai desulfurizer, fluks, dan pembentuk terak dalam peleburan baja untuk meningkatkan kemurnian baja cair dan ketahanan oksidasi.
Bantuan dalam pemisahan dan pengayaan unsur logam target selama hidrometalurgi logam non-besi dan ekstraksi logam dari abu terbang.
Industri Kimia:
Bertindak sebagai katalis basa kuat dalam produksi kimia, seperti pembuatan pulp untuk industri kertas dan pembuatan garam kalsium, kokas, dan kalsium oksida.
Digunakan untuk menetralkan air limbah industri yang bersifat asam dan zat berbahaya seperti sulfur dioksida dalam gas buang.
Perlindungan Lingkungan:
Naikkan nilai pH limbah di instalasi pengolahan air limbah perkotaan untuk memfasilitasi pencernaan lumpur dan pengendapan.
Berfungsi sebagai agen desulfurisasi gas buang dan pemadatan limbah padat di pabrik pembakaran limbah dan pembangkit listrik.
Pertanian dan Kehutanan:
Digunakan sebagai kapur pertanian untuk menetralkan keasaman tanah, memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Berfungsi sebagai bahan baku utama desinfektan dan fungisida di bidang peternakan, kehutanan, dan pertanian untuk mencegah penyakit ternak dan mengendalikan hama.
![]() |
![]() |
![]() |

